adminsite

20 January 2020

No Comments

Home Blog

6 Alasan Kenapa harus Kerja di Lembaga Non Profit

6 Alasan Kenapa harus Kerja di Lembaga Non Profit

Lulus kuliah  Akhirnya seluruh kerja keras selama empat tahun telah terbayar saat memakai toga. Tentunya merasa bangga. Kebahagian terpancar Namun, selepas semua ritual wisuda selesai fikiran mulai disisipi satu pertanyaan mengganjal. “ Kemana setelah ini? “. “Apakah akan kuliah kembali” atau “Bekerja ?”.

 

Jika masih sama seperti mahasiswa dulu , maka akan mulai berfikir bagaimana caranya berperan aktif di masyarakat. Bagaimana caranya agar ilmu yang  pelajari selama ini bermanfaat bagi orang lain. Nah, saat pemikiran ini masih terbesit di hatimu, tidak ada salahnya untuk memulai kerja di sebuah non profit organization dulu. NGO atau Non Profit Organization memang identic dengan kegiatan philanthropy dan berlandaskan kata suka rela. Namun banyak juga organisasi non profit yang membayar karyawanya secara professional. Meskipun tak sebanyak di perusahaan besar, masih ada alasan kenapa boleh mencoba NGO setelah lulus.

 

1. Sebagai pemanasan, setelah dari NGO dan pindah ke perusahaan biasa, skillmu lebih terasah dan beragam

 

Meskipun sofskill seperti kerja sama, organisasi , penelitian dan kemampuan dalam komunikasi sudah banyak kamu pelajari di kampus, tetap saja masih kurang. Kamu akan menemukan banyak hal dan tips baru saat belajar softskill tersebut dari sebuah organisasi non profit. Bagaimana tidak, kamu akan dekat dengan target organisasimu setiap hari. Bukan lagi sekedar eventual. Insting kerja samamu juga makin canggih karena diasah dengan jelas tiap harinya. So, ketika kamu pindah ke perusahaan biasa, kamu sudah berada di level yang berbeda dalam bidang pengalaman masyarakat dan softskill.

 

2. Apa yang di kerjakan benar-benar bermakna dan membuat “hidup”

 

Hal terbaik dari para pekerja dan suka relawan di NGO adalah bahwa mereka dengan hati. Mereka tidak mengejar materi. Mereka hanya mengikuti passion mereka dan berusaha memberi sesuatu pada masyarakat. Bisa diartikan merekalah manusia yang sebenarnya. Berkat kontribusinya ini, banyak NGO yang justru dikenal masyarakat dibandingkan nama sebuah perusahaan. Mayan kan, dapet prestigenya

 

3. Punya banyak kesempatan untuk membangun network

 

Susah rasanya untuk dekat dengan para boss jika kita bekerja di perusahaan besar. Padahal kan banyak nilai dan pengalaman yang bisa kita dapatkan dari mereka. Nah, beda cerita dengan NGO. Non profit organization berpeluang emas membuat dekat dengan semua orang tak terkecuali foundernya langsung. Tidak main-main loh, banyak founder NGO adalah pengusaha sukses atau orang-orang yang terkenal dengan misinya yang mulia. Akhirnya, nambah network bukan?

 

4. Peluang untuk seorang fresh graduate lebih besar dan luas

 

Di perusahaan biasa, HRD bakal mikir dua kali buat menerima fresh graduate. Kalau ada, pasti pilih yang berpengalaman. Mau fresh graduatenya punya passion dan misi bagus, tidak terlalu berpengaruh. Yang penting adalah kontribusi nyata dari skill yang mereka miliki. Lah, kalau NGO adalah kebalikanya. Mereka justru sangat suka pada mereka yang tekadnya sekuat baja dan punya passion tinggi. tidak perduli mereka fresh graduate atau bukan

 

5. Posisi penting dan berpengaruh berpeluang besar bisa di dapatkan

 

Jika bekerja di NGO, besar peluangnya untuk segera mencapai level tinggi. Namun juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Setelah bekerja dengan giat dan menunjukkan performa terbaik, bisa saja di offer pada sebuah tanggung jawab yang lebih besar.  

 

6. Saat pindah ke perusahaan biasa, maka kecakapan lebih terasah

 

Setelah melalui banyak fase dan kerja sama membangun masyarakat, sebenarnya disitu kembali di tempa. Jiwa sosial akan tetap diperbarui dan lebih paham kondisi yang sebenarnya di luar sana. Oleh karena itu, kelak saat pindah ke perusahaan yang lebih besar,jauh lebih siap lahir dan batin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello
Powered by