Sekilas YCHI Autism Center

Ditulis oleh YCHI. Posted in Profil

SEJARAH YCHI

YCHI didirikan oleh Bapak Zulfikar Alimuddin dan Ibu Nila Susanti karena menyadari bagaimana beratnya tantangan mengurus anak kedua mereka yaitu Rayhan Iftikar yang menyandang autistic syndrome disorder. Oleh karena itu, mereka berjanji akan mendedikasikan pikiran, tenaga, dan financial mereka untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu.

Yayasan ini dinamakan CInta Harapan Indonesia karena dengan cinta YCHI ingin memberikan harapan kepada para orangtua dari anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana memberikan penanganan kepada anak mereka.

Selama lebih dari 5 tahun berdiri, YCHI banyak mendapatkan tantangan dan pembelajaran. Berkat bantuan para donator, relawan dan kerjasama tim, kini YCHI memiliki 7 SNETS di 5 kota. Klinik ini memberikan penanganan kepada anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu secara gratis.

 

Meskipun awalnya YCHI dimulai atas inisiatif Bapak Zulfikar Alimuddin dan Ibu Nila Susanti, namun pada perjalananya beberapa professional seperti Psikolog, Terapis, Dokter dan para relawan ikut bergabung menggerakkan yayasan ini. Bapak Zulfikar Alimuddin dan Ibu Nila Susanti percaya bahwa akan ada banyak teman, sahabat, serta masyarakat umum yang akan mendukung pertumbuhan YCHI sebagai lembaga yang bercita-cita memberikan penanganan terbaik kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

PROFIL YCHI

YCHI Autism Center adalah lembaga nonprofit untuk membawa harapan yang lebih baik kepada Bangsa Indonesia dalam penanganan anak autisma berbasis ABA (Applied Behavior Analysis.)

Selama lebih dari empat tahun sejak didirikan YCHI Autism Center yang awalnya lebih dikenal dengan YCHI/ACI (Autism Care Indonesia) fokus memberikan pelayanan terapi, konseling dan asassement gratis kepada anak berkebutuhan khusus dari keluarga yang kurang mampu. Dalam perjalananya kami menemukan banyak permasalahan dalam dunia autisma yang tidak terkait langsung dengan masalah keuangan. Hal-hal seperti pemahaman autisma sendiri, metodologi terapi, pemahaman tentang ABA, ketersediaan tenaga terapi, guru shadow di sekolah inklusi, kemampuan sekolah untuk membangun infrastruktur dalam membangun sekolah inklusi, penggunaan kurikulum IEP,  dll.

Mempelajari hal-hal tersebut, YCHI Autism Center yang awalnya memfokuskan diri membantu keluarga-keluarga tidak mampu, kini bertekad untuk mengembangkan berbagai macam program yang dapat berkontribusi terhadap masalah-masalah di atas. Salah satu bentuk komitmen yang YCHI Autism Center lakukan adalah bekerja sama dengan Global Autism Project, dimana dalam kerjasama itu tidak hanya kemampuan teknis YCHI Autism Center dikembangkan namun juga kemampuan YCHI Autism Center sebagai organisasi untuk membangun diri lebih baik ke depan sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi bangsa Indonesia.

Untuk memperkokoh pemahaman dan pengembangan ilmu pengetahuan maka YCHI Autism Center juga mendorong kegiatan research terkait dengan dunia autisma dan ABA. Untuk itu YCHI Autism Center dan Global Autism Project menjalin kerjasama dengan Massachusetts University of Boston* . Untuk memperkokoh komitmen pengembangan penanganan anak autisma di Indonesia YCHI memberikan beasiswa untuk program BCBA dan S2 ABA.

YCHI berharap dapat menggandeng berbagai pihak dan kalangan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program kerja YCHI untuk membawa harapan yang lebih baik kepada banga Indonesia dalam penanganan anak autisma.

*dalam proses legal