Tantrum Management

Written by YCHI. Posted in Berita

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  1. Mengingat perilaku yang muncul dari si anak .
  2. Mengidentifikasi sebab-sebabnya /gejalanya .
  3. Pikirkan jalan keluarnya dari sebab-sebab atau gejala agar dapat menjadi lebih baik .
  4. Ajarkan si anak dapat melakukan perilaku-perilaku yang lain .
  5. Beri hadiah atau penguat terhadap perilaku yang sudah dilakukan .

Apa yang harus kita lakukan jika anak tantrum ?

Ketika anak tantrum kita tidak boleh me-reward makanan atau minuman atau memberikan hadiah dengan pelukan atau elusan, apalagi pemberian benda atau mainan yang sangat disukai anak, melainkan kita harus melakukan suatu proses pembelajaran kepada si anak yaitu dengan cara :

1. Restitution

  • Ketika anak melemar atau membuang benda/materi, arahkan secara fisik kepada anak untuk mengambil kembali barang /materi yang sudah dia lempar atau buang dan memberikannya kepada terapis atau menaruh kembali benda tersebut ke tempat asalnya .
  • Jangan berbicara atau melihat ke wajah anak, ekspresi wajah harus datar/netral, jangan marah atau sebaliknya mengasihani .
  • Jangan memuji anak ketika si anak sudah melakukan atau mengumpulkan kembali benda/materi yang di buang/lempar,
  • misalnya : pintar kamu sudah bisa merapikan .
  • Berikan tugas yang mudah yang dapat dilakukan / dikerjakan oleh anak dengan cepat dan benar, baru berikan pujian atas tugasnya yang sudah diselesaikan .

Catatan : lakukan koreksi dengan metode ini jika si anak senang mengambil atau mengumpulkan benda yang sudah dilempar atau di buang .

2. Immobilisation

Jika si anak tidak dapat diatasi dengan bantuan fisik karena sudah kebal (resistance) maka akan ada kemungkinan si anak menyakiti diri sendiri, tahan si anak agar tidak begerak dari posisinya, lakukan hal ini senyaman dan seaman mungkin buat si anak (tidak menyakiti si anak).

Tujuannya adalah untuk mengurangi agressivitas anak kepada terapis . Posisi yang dianjurkan untuk Immobilisation adalah :

A. Dengan menggunakan tangan (gerakan tangan) 

Contoh : Jika anak memukul katakana “tangan ke bawah” atau “tidak pukul”, dan tahan tangan anak tersebut kebawah diatas meja kira-kira 3-5 detik, ekspresi muka kita harus netral jangan banyak bicara dan jangan melihat ke wajah si anak, ketika si anak mulai tenang lepaskan dia dari kursi lalu lakukan kembali satu perintah atau tugas selanjutnya yang mudah seperti tidak terjadi apa-apa . Jika perilaku tersebut muncul lagi ulangi procedure yang sudah dilakukan, jika kita konsisten maka perilaku buruk tersebut dapat kita tekan / kurangi sampai tidak ada lagi .

B. Lakukan di lantai (posisi di lantai)

Ketika si anak suka memukul atau menendang, dudukan anak di lantai (terapis bersandar di dinding) si anak duduk diantara kedua kaki kita lalu silangkan kedua lengan tangan anak tersebut (hati-hati kepala si anak dapat dibenturkan ke kita) dan kaki kita menahan kaki si anak .

C. Posisi menekan

Untuk anak yang sudah besar atau anak yang kuat atau anak yang aggressive dan yang menyakiti orang lain atau merusak dan menghancurkan benda-benda .

Letakkan anak di bantal besar lalu taruh bantal besar yang lain diatas anak jika si anak ingin keluar/berontak lakukan penekanan secara perlahan-lahan dengan merebahkan tubuh kita ke tubuh si anak (ingat saat menekan si anak buat si anak menjadi lebih relax/santai, jangan sampai menyakiti si anak) .

3. Time Out

Ketika kita atau anggota keluarga yang lain memberikan penguat yang positif terhadap perilaku yang tidak baik, lakukan time out .

Time out ini dapat berfungsi ketika kita sudah menganalisa perilaku tesebut muncul akibat dari penguat positif yang kita berikan .

 

Misalnya : pada tugas yang mudah kita berikan hadiah yang sangat besar / banyak dan sangat disukai oleh si anak dan si anak mendapatkan hadiah tersebut dalam jangka waktu yang lama, dan hal ini dilakukan secara terus-menerus oleh kita atau anggota keluarga yang lain .

  • Time out tidak berlaku atau berfungsi jika pemberian hadiah sesuai dengan perilaku yang  kita harapkan, disini kita harus dapat membedakan hadiah yang kita berikan terhadap tugas yang sulit atau yang mudah kepada si anak .
  • Time out dapat berfungsi atau berguna jika kita melakukannya dengan tepat, benar dan konsisten.
  • Beritahukan dan tunjukan kepada si anak waktu untuk time out yaitu suatu tempat yang membosankan untuk beberapa waktu .
  • Time out ini tidak berguna untuk anak-anak dengan stimming yang banyak atau untuk anak yang menginginkan keluar dari belajar atau tugas yang kita berikan .
  • Time out ini tidak berguna untuk anak-anak dengan stimming yang banyak atau untuk anak yang menginginkan keluar dari belajar atau tugas yang kita berikan .

Semua hal diatas adalah hal yang sulit dilakukan sehingga kita semua membutuhkan  diskusi dan meeting dengan Case Manager masing-masing .

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lovaas (Learning Disabilities Mental Retardation And Autistic Disorder, chapter 16 hal 471) .Tantrum dapat timbul/muncul ketika seorang Anak berada dalam satu situasi dimana ketika si Anak tidak dapat mengatasi situasi tersebut.

Misalnya “ Tugas-tugas yang sulit “ (tugas ini terlalu sulit untukku), “Saya frustasi”, “Saya bosan” (hal ini membosankan buat saya), “Saya merasa tidak nyaman disini” atau “Saya menginginkan perhatian yang lain .

Hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh Terapis adalah :

  1. Berikan konsekuensi yang tepat dan benar, saat kita mengajarkan anak agar apa yang kita berikan dapat membuat/menghasilkan perilaku yang baik sesuai dengan perilaku yang diharapkan .
  2. Tetap konsisten, ini adalah hal yang terpenting dari setiap procedure yang kita jalankan, agar perilaku yang baik dan positif dapat muncul dari si Anak .
  3. Tetap tenang, ketika kamu rasanya ingin marah atau kehilangan control diri, kearahan kita tidak dapat membuat si anak senang dan mendapatkan penguat positif .
  4. Jangan menertawai anak saat melakukan prosedur ini, hal ini dapat di isyaratkan sebagai pesan positif oleh si anak dan dapat berakibat fatal bagi si anak, jangan sampai ada label: “Anak ini sukannya marah-marah saja/ngamuk “.