Discrete Trial Training (DTT)

Written by YCHI. Posted in Berita

Apakah DTT ?

  • Suatu tekhnik yang dipakai untuk mengubah perilaku dimana tekhnik ini dibuat berdasarkan urutan perilaku alamiah.
  • Merupakan bagian dari ABA (Applied Behaviour Analysis).

Dasar tekhnik

Diaplikasikan dari percobaan pada binatang oleh Pavlov (kondisioning klasik/classic conditioning) dengan teori S-R untuk menunjukkan daya suatu stimulus untuk memunculkan atau memicu suatu respon tertentu. Kemudian dikembangkan lagi oleh Skinner (kondisioning operan/operant conditioning) yang menyatakan bahwa kunci untuk memahami sebagian besar tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan terletak pada pemahaman akan antar hubungan antara situasi stimulus, respon organisme dan konsekuensi respon itu. (oleh Skinner: belajar didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku). Dan akhirnya teori belajar ini dikembangkan lagi oleh Lovaas ( Applied Behaviour Analysis ) .

Kenapa teknik ini yang digunakan ?

Berdasarkan research/penelitian yang telah dilakukan, teknik ini terbukti sebagai suatu teknik atau metode pengajaran yang paling efektif dan efisien bagi anak-anak kita yang mempunyai keterbatasan/ketidakmampuan.

Kenapa disebut Discrete ?

Sebab setiap kali kita harus melakukan satu urutan ABC secara lengkap dan setiap urusan ABC merupakan bagian yang terpisah .

Unsur-unsur dalam DTT :

Ada ABC

A = Antecedent = Intruksi/SD
B = Behaviour = respon/reaksi jawaban anak
C = Consequencies = akibat atau tindakan yang timbul disebabkan oleh respon .
  • Satu set ABC disebut satu trial
  • DTT disusun dalam banyak trial
  • Trial diberikan dengan cepat dalam set yang pendek, misal 3-6 kali pengulangan. Set-set inilah yang disebut dengan "Drill".
  • Dalam setiap drill ada No-No-Show-Have another go.

Urutan mengajar

1. Beri Sd : Jika benar respon → beri reward
Jika salah atau tidak ada respon (3 detik) katakan "tidak"
2. Beri Sd : Jika benar : beri reward
Jika salah atau tidak ada respon (3 detik) katakan "tidak"
3. Beri Sd + prompt : Respon benar berikan reward (katakan yaa).
4. Ulangi urutan sama seperti nomor 1.

Contoh :
A B C
Terapis Anak Terapis
"Lompat" Lompat "Hebat" (reward) : Trial
"Lompat" Diam "Tidak": Trial
"Lompat" Diam "Tidak": Trial
"Lompat" (prompt) Lompat "Bagus" : Trial

Pemberian Instruksi (A )
  • Sebelum pemberian instruksi, yakinkan anak duduk dengan benar (tangan dibawah, duduk tegap ada perhatian) .
  • Suara yang bersih dan jelas .
  • Jangan mengulang instruksi, siapkan konsekuensi .
  • Jangan menggabungkan nama anak dengan instruksi .
  • Antecedent tidak selalu berupa instruksi .
Respon Anak ( B )
  • Untuk memulai drill, tegaskan respon yang diinginkan .
  • Anak harus mulai berespon dalam 3 detik .
    Kenapa ?
    - respon-respon cepat membangkitkan perhatian .
    - respon yang cepat adalah normal .
  • Hati-hati pada rangkaian pemberian reinforcement, misalnya anak melakukan hal yang tidak benar, kemudian benar : atau melakukan 2 hal dalam satu kesempatan .
Consequence ( C )
  • Harus segera di berikan .
  • Feedback positif : nada yang positif, ekspresif .
  • Feedback negative : bada yang jelas, netral, informatif .
  • kenapa ? Agar anak mengetahui jika :
    - responnya benar/tidak benar .
    - reward datang/tidak datang .

Mengajarkan bahasa kepada anak yang non-verbal .

Anak-anak penyandang Autis membutuhkan semacam pendukung yang visual untuk membantu mereka berbicara .

Mengapa menggunakan compic ?

Diagram Osgood Model Of Language Development.

SISTEM PENERIMAAN INPUT PROCESS OUTPUT
VISUAL BAIK BAIK BAIK
PENDENGARAN BAIK BAIK BAIK

Kita dapat mengajarkan asosiasi yang sederhana :

  • Lihat gambar – Mendengar kata
  • Mendengar kata – Membayangkan gambar
  • Membayangkan gambar – Mengingat kembali kata tersebut.